Ahmad Huseiyn Pasaribu; Pria berbadan tambun ini telah berpengalaman lebih dari 24 tahun dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah, dengan spesialisasi di bidang Perencanaan Strategis dan Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). Pada tahun 1996 sempat mengikuti kursus singkat di Seameo–Singapura. Pria yang pernah bergabung dengan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Lembaga Studi Pembangunan (LSP), CARE International- serta Bank Dunia (WSP-EAP) ini menyelesaikan Magister Manajemen di Universitas Islam As-Syafi’iyah dengan konsentrasi Perbankan Syariah dengan predikat lulusan terbaik. Aktif menulis beberapa panduan terkait perencanaan startegis, penguatan kapasitas Pemerintah Daerah dan Masyarakat Sipil. Pria yang lebih suka di sebut seorang fasilitator dari pada konsultan ini, sekarang tinggal di Bekasi dengan seorang istri dan seorang anak.
Alma Arief; menempuh S1 jurusan Sosiologi di Universitas Indonesia, dan Master of Philosophy Murdoch University, Australia. Pernah memperoleh penghargaan di bidang penelitian dari Univeritas Indonesia, dan penghargaan penulisan di Jurnal International dari Universitas yang sama. Beberapa penelitiannya menggunakan metode Participatory Poverty assessment yang dilakukan di Kab. Aceh Timur dan Kab. Nias Selatan di terbitkan oleh Oxfam-SMERU. Artikel artikelnya dimuat di berbagai koran seperti Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, dan berbagai majalah seperti : majalah percik, dan majalah Panji Masyarakat. Banyak mengikuti kursus pendek, lokakarya, dan penelitian, diantaranya: Kursus Amdal di Pusat Studi Lingkungan, U-I (1996), kursus Kependudukan Dan Lingkungan di Pusat Studi Lingkungan-UI (1989), English Intensive Course for Overseas Students di Griffith University, Australia(1994), International Symposium on Cultural and Environment, the Indonesian National Commission for UNESCO (1992), International Workshop on Jakarta Bay Management Study, PSL-UI bekerjasama dengan IFIAS (1988), Global Study di bidang air minum dan penyehatan lingkungan yang diselenggarakan oleh WSP-EAP-bekerjasama dengan IRC. Yang tidak kurang penting, selain pernah menjad peneliti di Lembaga Penelitian UI, juga pernah menjadi peneliti senior di Lembaga Penelitian SMERU, sebagai konsultan di YIPD, dan sebagai konsultan di bidang air minum dan penyehatan lingkungan di Bank Dunia (WSP-EAP). Pria yang memiliki spesialisasi pengembangan dan penguatan kapasitas daerah ini, kini sedang tekun mendalami pengarus utamaan gender di bidang airminum dan penyehatan lingkungan.
Bambang Pujiatmoko; Pria dengan dua anak dan seorang istri yang memiliki motto berfikir kreatif, bertindak positif dan bertingkah Rock and Roll ini telah berpengalaman lebih 20 tahun dibidang penguatan kapasitas Pemerintah Daerah, pengembangan masyarakat, sumberdaya air, lingkungan hidup, kehutanan, peternakan alternatif, serta perencanaan partisipatif, pengembangan pembangunan AMPL .Alumnus Universitas Jendral Besar Sudirman jurusan peternakan ini juga aktif di beberapa NGO baik sebagai pendiri maupun praktisi seperti pernah bergabung dengan WALHI, Yayasan Konservasi Way Seputih. Mas Bambang atau Bepe panggilan akrabnya pernah bekerja di beberapa lembaga seperti WSP EAP World Bank, European Union, WVI, Unicef, Plan Indonesia sebagai konsultan dan fasilitator.
Nugroho Tomo; Berpengalaman lebih dari 30 tahun dibidang pemberdayaan masyarakat khususnya terkait pembangunan AMPL. Pria lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik-UGM jurusan Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada tahun 1981 ini pernah aktif bekerja diberbagai lembaga nasional seperti Yayasan Indonesia Sejahtera – Solo, Yayasan Karya Mandiri – Pacitan, dan lembaga international seperti: CARE International, PLAN International, the Bristish Council, Project Concern International, Asian Development Bank, dan WSP- World Bank. Selain itu Bung Tomo, demikian teman sejawatnya memanggil, juga aktif memberikan layanan konsultansi di tingkat nasional maupun internasional seperti di Church World Servive Indonesia, UNICEF Indonesia, Catholic Relief Service dan World Vision International Indonesia serta WVI Timor Leste, CONCERN Timor Leste, dan Rural Water Supply and Sanitation Project – Timor Leste. Banyak mengikuti pelatihan dan short-course di dalam negeri maupun luar negeri seperti di School for International Training di Bratlleboro, Vermont, USA; Asian Institute of Management – Manila; University of Massachusetts-USA; Basic and Girl’s Education-Egypt; Water Week Conference –Washington DC USA dan lainnya yang tidak disebutkan disini. Bung Tomo, adalah seorang yang populis sehingga tidak pernah merasa canggung keluar masuk di pedalaman Nusantara menyatu bersama masyarakat setempat. Memiliki pengalaman yang sangat kaya di bidang penelitian, Monev, dan juga di bidang pelatihan yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat maupun pemerintah daerah seperti Dasar-dasar Fasilitasi, penguatan kelembagaan khususnya di bidang AMPL seperti pembentukan kelompok kerja (Pokja), penyusunan Renstra AMPL, dasar-dasar fasilitasi, mobilisasi sosial, MPA-PHAST, STBM dan lain sebagainya.
Subari; Berpengalaman lebih dari 24 tahun di bidang pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas pemerintah Daerah. Pria yang sedang menyelesaikan S3 di Universitas Pancasila ini memiliki keahlian dibidang penguatan institusi pemerintahan, perencanaan strategis dan pembangunan AMPL berbasis masyarakat. Ia pernah bergabung dengan CARE International selama 15 tahun dan terakhir dengan WSP-EAP- Bank Dunia sebagai short term consultant. Pada tahun 2008 dia melakukan tugas sebagai short term asignment untuk melakukan kajian (evaluasi) aspek keberlanjutan pembangunan water and sanitation untuk World Vision (Wahana Visi Indonesia) di Flores Timur bertindak sebagai team leader bersama teamnya. Dalam hal perencanaan strategis beberapa kota/kabupaten/provinsi di Indonesia telah difasilitasi melalui proyek WES Unicef, USAID dan CARE International dan CWSHP ADB antara lain di Papua, Papua Barat, Aceh, Kota Manado, Kota Ambon, Kab Aceh Utara, Aceh Besar, Kab Barru. Beberapa event regional yang pernah diikuti antara lain; training advokasi dan fun raising di Manila tahun 2000 disponsori oleh John Hopkins University, Regional Retreat Water and Sanitation Program di Pukhet, Bangkok - Thailand, Guilin-Guang Xi-China melalui WSP-EAP World Bank. Event international yang telah diikuti yaitu World Water Day Conference di Washington DC tahun 2005. Dalam tataran praktis kesehariannya Subari juga mengelola yayasan di desanta di Sidoarjo dengan nama Yayasan SEHAT Indonesia bergerak di bidang sanitasi masyarakat melalui skema kredit. Pengalaman praktis dari yayasan ini telah menarik perhatian beberapa daerah lain untuk mengunjunginya antara lain Kota Jakarta Barat dan Bekasi melalui proyek RW Siaga dukungan Mercy Corp dan Prov Gorontalo dan Kota Makassar melalui proyek SWASH dukungan CARE International Indonesia.
Nur Apriatman; seorang yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang pelatihan dan pemberdayaan masyarakat serta mobilisasi sosial di bidang AMPL, kesehatan ibu dan anak serta kewirausahaan. Pria yang pernah kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung ini menguasai dengan seksama metode MPA Phast dan CLTS, dan merupakan ahli pelatihan pendidikan orang dewasa serta telah menghasilkan berbagai panduan praktis terkait pemberdayaan masyarakat dan mobilisasi sosial serta pengembangan kewirausahaan. Seorang yang memiliki jaringan luas dengan berbagai kalangan termasuk beberapa universitas terkemuka dan konsultan sumber daya manusia, khususnya terkait dengan kegiatan kewirausahaannya. Ia pernah bergabung dengan berbagai lembaga seperti Akademi Wirawasta Dewantara, Yayasan Indonesia Sejahtera, Bina Swadaya, Iradat Konsultan, PersoData, Rhyme Consulting ; serta beberapa proyek : AusAid, UNDP, CARE International, PATH – USAid, Project Concern Indonesia, Uni Eropa, ADB, Unicef, dan saat ini dengan WSP-EAP World Bank. Sementara di rumah dengan keluarganya aktif berkebun sayuran dan perikanan air tawar di daerah Bogor.

Agus Priatna; Mengawali kariernya di CARE International pada tahun 1990, menangani langsung pemberdayaan masyarakat pada proyek Kesehatan Ibu dan Anak di Jawa Barat. Kemudian sejak tahun 1995 melanjutkan kariernya di wilayah timur Indonesia pada berbagai proyek AMPL dengan donor dari World Bank, CIDA, USAID, USDA sampai tahun 2003. sampai saat ini juga tercatat sebagai WES Specialist di BP LNG Tangguh - Papua Barat, sebagai WES consultant di Aqua Danone - Program CSR di Sukabumi, sebagai tenaga ahli WATSAN di proyek Ford Foundation. Sejak 2004 sampai sekarang bekerja dengan WASPOLA yang dikelola oleh WSP EAP World Bank. Sudah 78 desa dibangun layanan air bersih dan sanitasi secara langsung yg tersebar di Jawa Barat, Banten, Maluku hingga pedalaman Papua. Berdasar pengalamannya, pria lulusan STKS Bandung tahun 1989 ini bertutur tentang pembangunan air bersih dan sanitasi perdesaan yang baik harus menerapkan prinsip simple teknologi, simple managemen, low cost dan high impact.
Dormaringan H.Saragih; lebih sering dipanggil Dorman, mengawali karirnya melalui proyek Bank Dunia, Urban Development Project, sebuah proyek yang sangat prestius dalam meletakkan sistem perencanaan air minum dan sanitasi di kota-kota besar di Indonesia dan ditugaskan di Irian Jaya, SIJUDP. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang perencanaan dan pembangunan air minum dan sanitasi, pria ini banyak terlibat dalam berbagai program AMPL yang didukung oleh pendanaan Bank Dunia, UNICEF, AusAID, World Vision, ADB, Plan International, WSP, PDAM, Swasta, dana pemerintah dan lainnya. Mahir mengaplikasikan MPA-PHAST, CLTS, CBA, CEA dengan kemampuannya sebagai fasilitator dan advokator, ditambah dengan gayanya yang kritis dan to the point, menjadikannya selalu datang dengan perspektif baru dan inovatif. Dia memiliki kemampuan luas dalam melakukan research, sector-program design and management,corporate and strategic planning, budget analysis, networking development dan economic health analysis. Tulisannya dimuat di Majalah Percik dan pemikirannya pernah dikutip oleh Harian Sinar Harapan dan buku terbitan Atmajaya.Terkait dengan profesinya, dia bapak dua anak ini pernah mengunjungi 7 negara dan hampir seluruh propinsi di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan Teknik Lingkungan dan Magister Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia,saat ini Dorman menjabat Sector Manager pada WIN Development.
Wiwit Heris, Penyiar radio (pujaan) di Yogyakarta ini, memulai karinya di bidang komunikasi dengan semangat “learning by doing”, disamping latar belakang studinya komunikasi & teknologi pendidikan ( S1-UNY), Manajemen Komunikasi Politik (S2- UI), dan pendidikan non formal Community Development di Asian Social Institute (ASI) Philipina. Keahlian utamanya adalah manajemen training baik dibidang fasilitasi , komunikasi pemberdayaan/pembangunan baik maupun komunikasi advertising. Selama 5 tahun mengelola ttraining SDM untuk TV broadcasting di Indonesia seperti RCTI, TPI, LATIVI dan TV7 saat menjadi manager training di Studio Audio Visual PUSKAT. Pernah menjadi dosen sinematografi di Institut Seni Indonesia (ISI) dan Digital Studio College Jakarta lebih dari 2 (dua) tahun. Selain itu sebagai programmaker cukup banyak produksi media audio visual yang juga menjadi buah tangannya dan diputarkan di televisi Nasional, salah satunya sinetron di Hari Air Dunia di tahun 2003. Dalam komunikasi pembangunan Wiwit Heris sudah terbiasa menangani desain strategi komunikasi dengan proyek Internasional seperti UNESCO, GTZ, PLAN Internasional, PATH, ESP/USAID dan ECO Asia. Terlibat di WIN Development sejak tahun 2008, termasuk menangani training fasilitator PPSP (percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman) , roadmap dan monev partisipatif dengan PLAN Indonesia. Terakhir bekerja di WASPOLA /WSP-EAP/World Bank menangani bidang Strategi komunikasi dan Advokasi Kebijakan, Jejaring AMPL dan Pengarusutamaan Gender di Sektor AMPL.

Nasthain Gasba; Pria kelahiran Makassar yang hobi nyanyi ini telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas Pemerintah Daerah. Nas begitu panggilan akrabnya merupakan alumni IKIP Makassar tahun 1990 memiliki keahlian di bidang pemberdayaan masyarakat khususnya dalam pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). Selain itu berbagai kegiatan disektor pendidikan dan penanggulangan HIV AIDS pernah digelutinya. Pria yang pernah bekerja dengan CARE International Indonesia, PPSP, WSP-EAP, memiliki seorang isteri dan dua orang anak yang kini bertempat tinggal di Kota Makassar. Peran Fasilitator yang hingga saat ini disandangnya memiliki motto “hidup realistis dan berdaya guna bagi semuanya”. Tegas untuk hal yang prinsipil, fleksibel dalam berperan serta mengutamakan pendekatan budaya dan senantiasa mengedepankan kearifan lokal menjadi salah satu ciri yang melekat pada pria ini.

Owin Jamasy, lahir di sebuah desa di Sukabumi Jawa Barat; punya latar belakang S1 Sosiologi, S2 Magister Humaniora studi Filsafat Universitas Indonesia dan S2 Magister Manajemen Sumber Daya Manusia. Keahlian khususnya di bidang pelatihan, penelitian, evaluasi dan aktif sebagai penulis.
Mulai dari tahun 1990 sudah bekerja untuk program air bersih dan sanitasi melalui program NTB-ESWS, WSSLIC, WSLIC-2, PAMSIMAS dan CWSHP. Pernah bekerja untuk CWSSP di Republik Demokrat Timor Leste (2003 – 2004). kerjasama Aus-AID dengan RDTL. Fokus tanggungjawabnya sebagai Master Of Training.
Profesi peneliti dan penulis dirintis sejak tahun 1987. Pernah menjadi peneliti di Laboratorium sosiologi UI, Forum Kajian Filsafat UI, di LIPPI Sukabumi dan sekarang bergabung dengan Win Development. Pria yang gemar menggunakan metode SPSS, AHP dan tabulasi dalam penelitiannya, juga aktif memberikan pelatihan untuk berbagai metode pendekatan partisipatif seperti: MPA/PHAST, PRA, PLA, RSA, RRA, PHASA, CLTS dan STBM. Buku yang telah dipublikasikan antara lain: Pembangunan Pertanian melalui mberdayaan masyarakat desa (Penabur swadaya, 2004); Keadilan, Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan (Traju-Mizan, 2004); Antara Pemberdayaan dan Kesinambungan (LIPPI, 2006); Sekilas pandang Pembangunan di Indonesia (LIPPI, 2006); Pengantar untuk memahami Good Governance (LIPPI, 2006); Profil Fasilitator (LIPPI, 2006); dan Metode Kajian Kesehatan dan Sanitasi secara Partisipatif/KKSP (LIPPI, 2006).
Pengalaman berharga bidang evaluasi, sebagai Evaluator for External Evaluation of Safe Water Supply and Sanitation and Integrated Health Education Project in Aceh and Nias kerjasama Church World Service Indonesia (2010). Social Expert Evaluation Consultan for Community Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project for NAD and Nias – World Bank (2008). Senior Research Coordinator untuk CLTS Action Learning Study – Institute of Development Studies (IDS) at the University of Sussex Brighton (2008), Researcher for Poverty Analysis Qualitative – The World Bank Aceh (2006). Senior Researcher for United the Centre for Alleviation of Poverty through Secondary Crops’ Development in Asia and the Pacific/UNCAPSA (2006).
Syarifuddin; Pria kelahiran Pariaman Sumatera Barat ini memiliki pengalaman lebih 28 tahun di bidang pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas pemerintah daerah terutama pada perencanaan partisipatif, gender, ekonomi kecil dan pembangunan Irigasi, Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Sarjana lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang tahun 1983 pernah aktif berkerja diberbagai lembaga Nasional dan International seperti LP3ES, Yayasan Kebangkitan Islam, Hiper Project International (HPI), Project Concern International (PCI), Pusat Study Irigasi (PSI) Universitas Andalas, Lembaga Pendidikan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Masyarakat (LP2ESM), WSP- World Bank. Banyak mengikuti Pelatihan dan Kursus Singkat diberbagai Universitas seperti UGM, Universitas Andalas ataupun kerjasama lembaga dengan Pemerintah Indonesia. Syarifuddin pria dengan tampilan bersahaja ini kaya dengan pengalaman dibidang pendampingan, study, monev dan pelatihan terutama yang terkait dengan pengembangan masyarakat dan lembaga pemerintah seperti pelatihan Dinamika Kelompok, Dasar - dasar Fasilitasi, penguatan kelembagaan, perencanaan partisipatif, pelatihan dan perencanaan berazaskan nilai (model cornerstone), MPA PHAST, pelatihan belajar untuk mendengar dan belajar untuk mengajar dan berberapa pelatihan dengan pendekatan partisipatif untuk orang dewasa. Memulai kariernya sebagai seorang guru di sebuah SMA dan sekarang tinggal di Padang.
Hery Widjanarko; Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Pajajaran, langsung bergabung sebagai assisten peneliti team peneliti Annual Report-World Bank (1999). Selanjutnya di recruit sebagai team assessment World Bank untuk berbagai asseement partisipatoris. Dia adalah angkatan pertama yang dilatih W-B untuk menggunakan tools partispatoris seperti MPA (Method Partisipatory Assessment), dan PPA (Method for Partisipatory Assessment). Pernah menjadi peneliti senior lembaga penelitian SMERU dan sangat menguasai berbagai methode partisipatoris. Hasil hasil assessment nya banyak di terbitkan oleh lembaga penelitian SMERU, dan menjadi seorang yang sangat ahli dalam membuat tools partisipatoris. Selalu menjadi team pelatih dalam menggunakan tools partisipatoris setiap akan melakukan assessment ke daerah, dan berpengalaman memberikan pelatihan untuk master of fasilitator.